PUISI
Sendiri
Sepi sunyi dalam
menyepi;
Mengalienasikan
diri dari gaduh nyatanya semesta;
Ekstase jiwa mampu menembus langit-langit ilahi;
Nyatanya, ritual untuk
memanusiawikan soal rasa dan cinta terasa lebih berat;
Bukan ego dan
arogansi soal eksistensi;
Tapi ada hal yang
harus dipijak;
Dalam ruang dan
waktu yang terus berputar;
Realitanya,
Yang tersulit
adalah mengenal, mengalahkan dan mengendalikan diri;
Karena berpijak tanpa keikhlasan,
bagaikan minum di tengah gurun tapi tetap kehausan;
Ini hanya sebuah refleksi
dan kontemplasi.
Meski jiwaku
masih bersama yang lainNya;
Tapi maafkanlah…
Saat ini aku
ingin sendiri;
Biarkanlah cinta
berbicara tentang cintanya sendiri.
#PutriTahtaFadilah
Komentar
Posting Komentar